Jasa Review Review berkualitas untuk produk Anda agar terkenal.

Pengalaman Seru Mengikuti Acara Menduniakan Madura

Advertisement

Berawal dari ajakan teman di group whatsapp komunitas Blogger Pontianak, saya mendapatkan informasi yang jarang sekali saya temui sejak awal ngeblog. Informasi tersebut adalah mengenai akan diadakannya acara yang di selengarakan oleh badan pemerintahan di daerah Madura. Saya lihat informasi yang di sampaikan oleh bang Dwi Wahyudi tersebut tertarik, hingga akhirnya sayapun memutuskan untuk ikut dalam kegitan ini dalam beberapa hari disana.

Walaupun mewakili dari Blogger Pontianak saya berangkatnya dari Bandung. Hal ini karena saat ini saya sedang melanjutkan kuliah saya di Universitas BSI Bandung. Walau jujur saja awalnya saya bingung ingin menggunakan perjalanan darat ataupun udara akhirnya sayapun memutuskan untuk menggunakan kereta, alasannya simple. Karena tiket pesawat terlalu mahal waktu itu hahahaha ­čśÇ . Kalau menggunakan kereta saya hanya cukup mengeluarkan biaya dibawah 100ribu tapi kalau menggunakan pesawat bisa 5 kali lipatnya.

Untuk ukuran anak Blogger yang nyambi kuliah tentu saja ilmu ekonomi berjalan disini, walau sebetulnya saya anak Sistem Informasi. Oh iya resikonya kalau menggunakan kereta adalah waktu dari Bandung ke Surabaya itu sangat lama sekali. Hampir 24 jam waktu saja dihabiskan untuk duduk di bangku kereta. Walau terasa lama ini merupakan pengalaman pertama saya bisa naik kereta dengan waktu tempuh terlama.

Disana saya merasakan gimana serunya, pegelnya dan capeknya seharian di dalam gerbong kereta Mutiara Selatan. 14 jam dalam kereta menuju Surabaya itu sungguh membekas di ingatan dan mungkin akan selalu saya ingat menjadi pengalaman yang seru. Selain mendapatkan paket kumplit yang melelahkan tadi sayapun belajar begitu berharganya waktu. Andai saja di sepanjang perjalanan ada wifi mungkin sudah saya habiskan untuk menulis di blog ini.

stasiun kiaracondong bandung

stasiun kiaracondong bandung

Saya berangkat dari Stasiun Kiaracondong Bandung seingat saya sekitar pukul 5:30 WIB dan tiba di Surabaya pada pukul 22:10 WIB. Disana saya turun sempat bingung mau kemana dulu. Tetapi untunglah disana saya bertemu dengan teman dari Pontianak yaitu bang MF Abdullah. Setelah ketemu kita memutuskan untuk makan terlebih dahulu di warung dekat stasiun Gubeng Surabaya.

Disana kita mencoba makanan Nasi Rawon yang rasanya sungguh nikmat. Apalagi di makannya ketika hujan dan itu membuat tubuh kita menjadi hangat.

Nasi Rawon

Setelah makan kitapun memutuskan untuk ke penginapan yang sudah di rencanakan dihari-hari sebelumnya. Jarak kepenginapan tersebut tidak terlalu jauh. menggunakan ojek online saja saya hanya membayar 8ribu saja. Di penginapan tersebut disana sudah ada bang Dwi, Bang Edo, Radit dan teman dari yogyakarta yang bernama Ilham.

Sesampainya di sana sayapun langsung menanyakan pesanan baju komunitas yang sudah saya pesan dan saya titipkan untuk dibawa. Untunglah ukuran yang saya pilih itu tidak kekecilan. Saya memesan baju ukuran XXL dan sepakat akan digunakan pada ke esokan harinya saat ingin berangkat ke Madura. Setelah mencoba bajunya sayapun langsung bergegas untuk mandi dan berkemas, kemudian rasa laparpun kembali melanda kampung tengah saya, hingga akhirnya saya mengajak Radit untuk keluar mencari makanan yang bisa dimakan.

Disana saya makan mie goreng lengkap dengan minumnya. Wah rasanya itu nikmat sekali, nama juga mie buatan warung. Kelezatannya beda dengan buatan sendiri ketika dirumah. Entah mengapa sayapun masih bertanya-tanya hahahha ­čśÇ .

Setelah itupun saya bersama Radit langsung kembali ke penginapan untuk menunggu ke esokan harinya. Awalnya kita akan ke kantor BPWS menggunakan tumpangan taksi online, tetapi karena panitianya pengertian serta baik kamipun dijemput dan di antar ke kantor BPWS untuk mendapatkan pengarahan terlebih dahulu sebelum ke acaranya.

Foto dengan menggunakan Baju Blogger Pontianak sebelum berangkat ke Madura

Pagi itu saya sempat sarapan dua nasi yang bungkus yang dijual oleh bapak-bapak di dekat jalan menuju penginapan. Rasanya enak dengan harga yang cukup terjangkau. Cuma dengan 9ribu saja kita bisa mendapat makan se enak itu. Setelah menghabiskan dua nasi berbeda menu tersebut saya dan teman-teman lainnya segera berkemas untuk meninggalkan penginapan tersebut karena tim panitia penjemputan sudah datang dan menunggu kami.

Disana kitapun langsung masuk ke dalam mobil untuk segera berangkat. Waktu yang di tempuh dari penginapan ke kantor BPWS itu sekitar setengah jam lebih. Sesampainya di sana kamipun di kasih sarapan lagi oleh panitia. Wah…. rasa kenyang yang sudah saya ciptakan sendiri akhirnya membuat saya lapar lagi melihat makanan khas yang membuat lidah ini menolak untuk tidak mencicipinya. Langsung saja deh sambil nunggu rombongan Blogger Indonesia dari beragam kota lainnya datang saya sambil menyantapnya.

Sudah kenyang di tambah kenyang membuat saya terasa ngantuk, tapi untunglah rasa kantuk itu hilang saat teman yang lain datang dan mulai berkenalan sambil bercerita mengenai pengalaman masing-masing di dunia pembloggeran di Indonesia ini. Mulai dari yang Blogger Traveller, Blogger Vactor, hingga Lifstyle Blogger semuanya kumpul. Termasuk juga saya blogger lomba blog hahahah ­čśÇ .

Setelah itu sambil yang lainnya juga makan, kita dibagikan baju yang harus digunakan pada hari pertama. Tapi sayangnya ukuran XXL yang saya pesan dan pilih untuk ukuran tubuh saya itu masih kekecilan ­čśÇ , jadi terpaksa deh saya tidak gunakan. Daripada saya sesak napas karena harus ngecilin perut sepanjang perjalanan saya putuskan untuk menggunakan baju yang sudah sejak pagi tadi saya gunakan saja.

Masalah baju saya anggap kelar karena untunglah tidak wajib-wajib banget untuk ukuran tubuh seperti saya ini :D, nah setelah itupun kita masuk bus untuk melihat jembatan Suramadu dari bawah dan melihat jejak pembangunan BPWS. Disana kita dijelaskan banyak cerita mengenai pembangungan yang sudah dilakukan hingga sejarah-sejarahnya.

Setelah itupun kita kembali melanjutkan perjalanan menuju Madura dengan melewati jembatan Suramadu yang begitu panjang dan megah. Ini adalah kali pertama saya mengunjungi Surabaya dan menyebrang ke Madura gara-gara ngeblog.

Di hari pertama itu kami rombongan mulai dijelaskan beberapa kali mengenai Madura ketika berada di dalam bus oleh tour guide yang termasuk juga anggota dari komunitas blogger dari madura Plat-M.

Hari Pertama: Mengunjungi Hutan Kera Nepa di Kabupaten Sampang

Hutan Kera Nepa

Di hari pertama ini setelah melakukan perjalanan dan mengenal Madura kita langsung menuju Sampang Madura untuk menuju ke home stay dan beristirahat semalam serta mengunjungi Hutan Kera Nepa yang letaknya itu di pinggir pantai.

Lokasi disini cukup berpotensi jika dirawat dan dikelola dengan lebih baik lagi, karena saya lihat situasi ini sungguh unik dan bisa kita angkat dan perkenalkan kepada pengunjung wisatawan, bahwa adanya pantai sekaligus ada hutannya yang dipenuhi oleh endemik asli yaitu kera itu sendiri. Jika anda berada disana sebaiknya jagalah barang bawaan yang sedang anda pegang dan jangan sampai lengah. Karena takutnya kera-kera tersebut tiba-tiba mengambil dan merebut barang bawaan kita.

Oh iya kalau mau kesini sebaiknya dengan warga lokal ataupun tour guide supaya kita bisa mengenal lebih jauh tentang asal muasal dari hutan kera nepa tersebut. Berikut adalah beberapa foto yang sempat saya abadikan ketika disana

Setelah puas melihat suasana hutan kera nepa saya dan teman blogger lainnya kembali ke home stay untuk menikmati malam sambil beristirahat, selain itupula kita disuguhi berbagai macam makanan lokal yang lezat yang dimasak oleh warga sekitar yang ramah-ramah dan baik hati. Sambil menunggu pergantian hari disana setelah makan kami mendengarkan Sarasehan bersama SKPD Terkait dan Warga.

Setelah itu ketika pagi hari sebelum sarapan dan mandi kamipun sebagian sempat bermain kembali di Pantai Kera nepa sambil menikmati udara pagi yang menyegarkan, sayangnya tidak ada sunrise karena cuaca waktu pagi itu terlihat agak mendung dan sedikit gerimis. Setelah itu kamipun kembali melanjutkan perjalanan dihari berikutnya.

Hari Ke Dua: Melihat Jejak Pembangunan BPWS di Gili Iyang, Sumenep

Di hari kedua ini sebelum kami menyebrang ke pulau kitapun sempat menyinggahi beberapa tempat. diantaranya Berkunjung ke Air Terjun Toroan, Sampang yang kemudian melanjutkan perjalanan ke Sumenep. Di tengah perjalanan kamipun sempat di ajak ke Pelabuhan Pasongsongan, Sumenep untuk melihat potensi perairan yang ada disana.

Setelah itu kami langsung melanjutkan Perjalanan Menuju ke Pelabuhan Dungkek, Saronggi untuk Menyebrang ke Gili Iyang via Pelabuhan Dungkek. Ini merupakan pengalaman pertama saya menyebrang ke pulau menggunakan kapal

Setelah 30 menit menyebrang kamipun sampai ke pulau tersebut, disana kami langsung melihat Jejak Pembangunan BPWS di Gili Iyang, Sumenep menggunakan odong-odong. Berbeda dengan odong-odong di jawa disini alat tranportasi ini disebut seperti itu.

Naik Odong-odong di Gili Iyang

Yupz benar itulah yang namanya odong-odong kalau di pulau Gili Iyang. Perlu anda ketahui juga Gili Iyang merupakan pulau oksigen terbaik ke 2 di dunia. Jadi bagi siapa saja yang kesini akan merasakan udara yang sangat segar. Jika dilihat jalan disini rapi dan juga tertata dengan rata. Menurut info jalan ini adalah program dari BPWS.

Setelah melihat dan ke home stay yang disediakan kamipun ke rumah warga untuk makan sore. Disana kita disediakan banyak menu yang unik dari kepualan Gili Iyang ini. Setelah kenyang kamipun langsung ke Goa.

Setelah itu kamipun kembali ke home stay dan Makan Malam Bersama Warga dan SKPD Terkait di Gili Iyang. Di malam itu sayapun banyak ngobrol dengan mas ndop sang vektor jenaka yang juga seorang blogger lama yang terkenal itu. Disana saya kebetulan tidur didekatnya dan kamipun banyak sharing yang cukup seru hingga tertidur hingga pagi hari.

Setelah pagi tiba saya mandi kemudian Menikmati Sunrise di Gili Iyang, Sumenep yang dilanjutkan dengan sarapan pagi di pinggir pantai yang potensinya bisa dikembangkan. Disana pemandangannya cukup bagus dan menarik, nah berikut ini penampakannya

Setelah puas menikmati Pulau Gili Inyang kamipun meninggalkan pulau yang indah ini, selanjutnya kamipun melanjutkan perjalanan ke hari ke tiga

Hari Ke Tiga: Berkunjung ke Potensi Produk Unggulan Sumenep

Di hari ketiga ini kami di ajak melihat Petani Rumput Laut, Saronggi yang terkenal akan kualitasnya yang bisa dibanggakan.

Di atas merupakan proses pengolahan rumput laut yang dilakukan oleh masyarakat. Setelah puas melihat beragam kegiatan yang ada disana saya dan kawan-kawan blogger lainnya segera kembali ke bus. Kami disana tidak bisa lama-lama karena panasnya sedang kuat-kuatnya. Hal ini terjadi karena kami sampai di tempat ini di siang hari.

Kemudian kamipun kembali melanjutkan perjalanan menuju Desa Batik Klampar. Di sepanjang perjalanan kamipun Melihat Pembangunan Infrastruktur Peningkatan/Pemeliharan Jalan/Penerangan yang ada di Jalan Umum (PJU) di Pamekasan yang telah dibangun oleh BPWS.

Setelah sampai di Desa Batik Klampar kamipun melihat proses pembuatan batik yang menggunakan cara manual yaitu menggunakan tangan, atau biasa disebutnya dengan batik tulis. Disana juga kita mendapatkan informasi mengenai asal muasal batik tersebut hingga kepada harga terendah dan tertinggi yang mencapat 5juta per kain. Setelah itu kamipun makan siang di tempat bapak yang mempunyai usaha batik tersebut, kemudian kamipun kembali melanjutkan ke Perjalanan Ke Kecamatan Kwanyar. Selama diperjalanan kamipun diberikan informasi mengenai Potensi Sapi Madura di Pamekasan.

Sebelum kami  Istirahat dan Sholat di Homestay Warga Kecamatan Kwanyar disana kita di sambut dengan meriah oleh warga setempat. Selain itu juga ada makan dan minuman khas yang saya lupa namanya itu apa, yang jelas itu enak hehehe.

Disana setelah penyambutan selesai kami langsung menuju ke Home Stay bersama yang lainnya. Kamipun langsung Istirahat dan Sholat di Home stay Warga Kecamatan Kwanyar tidak lupa juga kita makan malam disana dan mengenal lebih dekat tentang kebiasaan serta keunikan warga sekitar.

Hari Ke Empat: Penutupan dan Perjalanan Menuju Kecamatan Kamal

Setelah beberapa hari berlalu tidak terasa ini merupakan perjalanan terakhir kami di Madura. Terasa banget gimana kita akan kembali ke kota masing-masing. Setelah makan pagi selesai kami langsung Melihat Pembangunan Infrastruktur Peningkatan/Pemeliharan Jalan/Penerangan Jalan Umum (PJU) menuju Universitas Trunojoyo Madura.

Setelah itu kamipun Berkunjung ke Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) di Kecamatan Labang untuk membeli oleh-oleh. Kemudian akhirnya penutupan dilakukan di Ole Olang Resto Bangkalan.

Itulah beberapa keseruan saya disana, semoga kedepannya pembangunan yang sudah dilaksakan dapat berjalan dengan lancar dan cepat dan semoga juga kita dapat dipertemukan dilain kesempatan. Terimkasih untuk Blogger Plat-M serta Blogger-Blogger Indonesia lainnya yang sudah bersedia berkenalan dengan saya hehe

Fakta Menarik acara Menduniakan Madura

  1. Kita menyusuri aspal dari sisi utara Madura melingkar hingga ke selatan. Benar-benar mengelilingi seratus persen!
  2. Empat hari tiga malam sepertinya menjadi tur blogger paling lama yang pernah ada di Indonesia
  3. Belum ada pertemuan blogger yang diadakan di empat kabupaten sekaligus. Bahkan kita menginap di tiga kabupaten berbeda: Sampang, Sumenep dan Bangkalan
  4. Menyusuri empat kabupaten se-Madura dengan pengawalan dari empat Polres secara estafet: Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Sepertinya juga pertama di Indonesia.
  5. Setelah Amprokan Blogger, ini acara blogger kedua yang dikawal oleh kepolisian
  6. Kera di hutan Nepa itu akan hadir kalau dipanggil oleh juru kunci menggunakan mantra tertentu, jika hari biasa sulit menemukan kera sebanyak kemarin.
  7. Air terjun toroan tidak boleh dibuat berenang karena terdapat palung yang sangat dalam. Sudah ada beberapa korban meninggal karena nekat berenang ataupun terjatuh
  8. TPI Pasongsongan dikelola oleh Provinsi, bukan Kabupaten dan menjadi yang terbesar di Madura
  9. Lapan melalukan riset selama enam bulan di Giliyang dengan berpindah dari satu titik ke titik yang lain. Akhirnya ditemukan 17 titik oksigen yang masih dirahasiakan (1 dibocorkan masyarakat ke Plat-M)
  10. Oksigen di Giliyang baru dapat dirasakan pada dini hari setelah pukul 01:00 hingga sebelum subuh.
  11. Jam 03:30 oksigen terasa seperti tertiup AC dengan intensitas yang sangat kecil
  12. Paving, homestay dan pengaliran air bersih di Giliyang difasilitasi oleh BPWS
  13. Sumenep merupakan wilayah yang berada ujung timur Madura dengan pulau-pulau mempesona di timurnya.
  14. Siwalan dapat diolah menjadi Gula di pulau Gili Iyang.
  15. Turunan mbah Sunan di Kwanyar tidak boleh makan ikan mondung, jika makan akan terkena penyakit seperti panu
  16. Giliyang pulau yang melintang dari utara ke selatan, tidak seperti mayoritas pulau lain di Indonesia.
  17. Konsep rumah di Madura itu dikenal Tanean Lanjeng.

4 Comments

Leave a Reply