Bagaimana Pak Angga Mengubah SHGB menjadi SHM

Mengubah SHGB menjadi SHM

Pak Angga membeli sebuah rumah di jual di Jakarta dengan harga miring. Setelah diketahui, ternyata harga miring tersebut karena status rumah yang ia beli bukanlah merupakan tanah Ham Milik, melainkan Hak Guna Bangun. Namun Pak Angga tidak ambil pusing, ia pun kemudian berniat untuk mengurus pengubahan Hak Guna Bangun menjadi Hak Milik.

Pemilik SHGB sendiri memiliki hak untuk mengubah status kepemilikan menjadi SHM. SHGB dapat diubah menjadi SHM jika di atas tanah atau lahan yang dimiliki telah didirikan bangunan untuk tempat tinggal. Peningkatan status ini dapat dilakukan dengan cara mendaftarkannya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan syarat tertentu, yaitu memiliki Izin Mendirikan Bangunan.

Pak Angga tidak memiliki uang lebih untuk menyewa jasa notaris atau PPAT untuk mengurus perubahan status ini. Maka ia pun memutuskan untuk mengurus sendiri ke BPN. Untuk dapat mengurusnya sendiri, Pak Angga harus melalui proses berikut:

  1. Lengkapi Berkas

Pak Angga harus melengkapi berkas yang diminta. Beberapa berkas yang di minta adalah fotokopi IMB, KTP asli dan fotokopi, dan juga fotokopi SPPT PBB dan dokumen aslinya.

Jika Ia tidak memiliki IMB, Ia dapat menggantinya dengan surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan bahwa bangunan digunakan sebagai rumah tinggal.

  1. Surat Permohonan ke BPN

Ia juga perlu membuat dan mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor BPN setempat. Surat ini akan lebih baik jika telah diproses sebelum Pak Angga mengajukan peningkatan status sertifikat dari SHGB ke SHM. Ia juga perlu menyiapkan beberapa lembar fotokopinya.

  1. Membayar Biaya atas Penerimaan Bukan Pajak

Pak Irfan kemudian akan dikenakan biaya untuk peningkatan status HGB menjadi Hak Milik. Biaya ini ditagihkan sebagai pemasukan kas negara. Besaran yang dikenakannya pun tergantung pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan luas tanah. Rumus menghitungnya adalah:

2% x (NJOP tanah – Rp 60 juta).

Perlu diingat, bahwa 60 juta merupakan angka variabel untuk daerah Jakarta. Angka variabel ini berbeda tergantung dengan daerahnya. Misalnya, di Bekasi sebesar Rp 30 juta dan Tangerang  Rp 50 juta.

Sebagai contoh, penghitungan tanah berada di Jakarta:

Misalkan, luas tanah Anda 140 m2 dan NJOP Rp 1.500.000 per meter persegi. Maka,

NJOP tanah = 1.500.000 x 140 = Rp 210.000.000.

Jadi, biaya yang dikenakan untuk peningkatan SHGB menjadi SHM adalah:

2% x (Rp 210.000.000 – Rp 60.000.000) = Rp 3.000.000

Jadi, Pak Angga akan dikenakan biaya sebesar Rp 3.000.000 untuk meningkatkan sertifikat lahannya tersebut.

Add a Comment

Picasso Rugs & Carpets, Rekomendasi Karpet Masjid Terbaik di Indonesia
Picasso Rugs & Carpets, Rekomendasi Karpet Masjid Terbaik di Indonesia
sewa mobil di surabaya
OkkaRent Solusi Sewa Mobil Murah di Surabaya
Jasa fotografer viapuccino studio
Viapuccino Studio, Rekomendasi Jasa Fotografi Terpercaya di Pontianak
Ini Dia Rekomendasi Jasa Penulisan Artikel SEO Friendly Murah dan Berkualitas
Artikelajaib.com: Rekomendasi Jasa Penulisan Artikel SEO Friendly Murah dan Berkualitas
zenpower max
ASUS ZenPower Max, Powerbank Pertama yang Dapat Mengisi Baterai Notebook
ZenCreator, Komunitas Elit Insan Kreatif Pengguna ASUS ZenBook
ZenCreator, Komunitas Elit Insan Kreatif Pengguna ASUS ZenBook
15 Alasan Zenfone 3 Max Menjadi Smartphone Paling Layak Dimiliki di Tahun 2017
Menyambut Smartphone “Ga Ada Matinya” dari ASUS
bitcoin
Peluang Terbaru Mining Dash Crypto currency yang Harus Kamu Ketahui!
sewa mobil di surabaya
OkkaRent Solusi Sewa Mobil Murah di Surabaya
ramadhan sale dari lazada indonesia
Belanja Kebutuhan Ramadhan dan Lebaran Terbaru Anda di Lazada
voucher 50rb Hargadunia.com
Hargadunia.com Solusi Tepat Untuk Anda yang Suka Belanja Online dari Luar Negeri