Pengertian Reksadana yang Sering Disalahpahami

Meskipun jadi salah satu instrumen keuangan yang paling direkomendasikan oleh perencana keuangan, reksadana belum populer di masyarakat. Survei sebuah majalah terkemuka di tahun 2013 menunjukkan kurang dari 10% kelas menengah yang menempatkan simpanan dalam reksadana.
Salah satu penyebab rendahnya penetrasi reksadana adalah pengertian reksadana yang masih disalahpahami.
Saya ingin mengklarifikasi pengertian reksadana yang sering disalahartikan. Mudah – mudahan penjelasan ini dapat memberikan pencerahan sehingga orang lebih paham produk ini dan mulai mau menempatkan simpanannya di reksadana untuk mendapatkan return investasi yang lebih optimal.
Pengertian Reksadana yang Sering Disalahartikan 
Karena instrumen yang relatif baru dikenal di masyarakat kita, reksadana seringkali disalahpahami yang berujung pada keengganan menempatkan dana pada instrumen ini.
1. Reksadana adalah instrumen yang keuntungannya berfluktuasi dan berisiko tinggi sehingga sebaiknya dihindari. Lebih baik memilih tabungan atau deposito yang aman dan keuntungannya pasti.
Reksadana adalah instrumen investasi. Setiap Investasi memiliki risiko, ingat adagium ‘high return high risk’. Agar menghasilkan keuntungan, investasi HARUS menyerap risiko. Jika ada pihak yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko, anda harus waspada, karena mustahil ada instrumen semacam itu.
Risiko yang dimiliki oleh reksadana adalah konsekuensi logis dari keuntungan yang diberikan. Nilai investasi di reksadana yang berfluktuasi – kadang naik, kadang turun mengikuti perkembangan nilai efek dalam portfolio – bukanlah kelemahan reksadana. Itu memang nature dari sebuah produk investasi.
Jadi, kalau menghindari risiko, implikasinya anda tidak bisa menikmati keuntungan. Ini yang terjadi dengan tabungan dan deposito. Pemikiran bahwa tabungan atau deposito lebih aman adalah hal yang tidak tepat dan menjerumuskan. Definsi aman harus diperjelas dahulu.
Benar bahwa dengan tabungan anda PASTI menerima tingkat keuntungan yang sudah dijanjikan. Namun, keuntungan tabungan atau deposito sungguh rendah, saat ini berkisar di 3% – 5% per tahun. Dengan tingkat keuntungan sebesar itu, anda menghadapi risiko yang lebih besar, yaitu:
  • Tabungan tidak akan cukup membiayai pendidikan dengan kenaikkan uang sekolah sekitar 15% – 20% tiap tahun.
  • Dana pensiun tidak akan cukup jika ditempatkan di deposito karena keuntungan deposito lebih rendah dari kenaikkan inflasi biaya hidup yang 6% setahun.
Reksadana menawarkan berbagai macam produk dengan tingkat keuntungan yang berbeda – beda sesuai tingkat risikonya. Anda bisa memilih produk yang sesuai dengan risk appetite anda.
Dengan adanya pilihan yang beragam ini membantu memenuhi berbagai tujuan keuangan investor. Investor tinggal memilih yang sesuai kebutuhannya.
Jadi, jika dianggap bahwa semua reksadana memiliki risiko yang tinggi, itu pendapat yang kurang tepat. Ada yang risikonya rendah dan ada yang risikonya tinggi. Misalnya, reksadana pasar uang memiliki risiko yang rendah, hampir sepadan dengan tabungan atau deposito, tetapi keuntungan reksadana pasar uang relatif rendah. Risiko yang rendah memberikan tingkat keuntungan yang rendah pula.
2. Proses Investasi Reksadana itu ribet, membutuhkan dana investasi yang besar dan tidak tahu bagaimana memulainya.
Mungkin dahulu reksadana susah diakses. Tetapi tidak lagi sekarang. Sejak, manajer investasi bekerjasama dengan perbankan dalam mendistribusikan reksadana, anda tinggal datang ke kantor cabang bank (yang kerjasama dengan manajer investasi) dan bisa membeli instrumen ini. Hampir semua bank besar menjadi agen penjual reksadana.
Di bank, customer service siap menjelaskan bagaimana proses investasi reksadana. Ketentuan dari regulator bahwa nasabah harus paham risiko produk reksadana sebelum membelinya. Jadi, anda pasti akan dibantu ketika memilih produk ini.
Tidak hanya itu saja. Saat ini, anda bisa membeli dan menjual reksadana secara online. Artinya, anda tidak perlu datang ke bank tetapi cukup dari mana saja, selama ada akses internet banking, bisa membeli dan menjual reksadana. Namun, untuk pembukaan pertama kali, anda harus tetap datang ke kantor cabang bank.
Minimum investasi reksadana juga jauh dari besar. Bisa mulai berinvestasi reksadana dari rp 250 ribu rupiah. Jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan minimum penempatan dana di deposito.

Kesimpulan

Moga – moga penjelasan soal pengertian reksadana ini bisa meluruskan dan memberikan pencerahan mengenai risiko investasi di reksadana secara lebih akurat dan proporsional.
Harapannya, masyarakat bisa mulai berinvestasi di reksadana karena banyak tujuan keuangan yang bisa digapai dengan reksadana. Ingin belajar lebih lanjut, bisa baca Panduan Investasi Reksadana.

Add a Comment

Jasa fotografer viapuccino studio
Viapuccino Studio, Rekomendasi Jasa Fotografi Terpercaya di Pontianak
Ini Dia Rekomendasi Jasa Penulisan Artikel SEO Friendly Murah dan Berkualitas
Artikelajaib.com: Rekomendasi Jasa Penulisan Artikel SEO Friendly Murah dan Berkualitas
Shopback, Tempat Dapatin Voucher Dan Casback Belanja Online
Shopback, Tempat Dapatin Voucher Dan Casback Belanja Online
Review Aplikasi MyJNE
Asyiknya Pakai Aplikasi MyJNE
Hadirkan ZenFone 3 Deluxe, ASUS Gelar Promo Sangat Menarik
Awal Tahun, ASUS Hadirkan Ultrabook Premium dengan Prosesor Juara
ZenFone Go ZB690KG
ASUS Gelar Pre Order untuk ZenFone Go ZB690KG sampai 20 Desember 2016
ASUS Mengundang Fans Indonesia untuk Menciptakan Video Iklan ZenFone 3
ASUS Mengundang Fans Indonesia untuk Menciptakan Video Iklan ZenFone 3
ramadhan sale dari lazada indonesia
Belanja Kebutuhan Ramadhan dan Lebaran Terbaru Anda di Lazada
voucher 50rb Hargadunia.com
Hargadunia.com Solusi Tepat Untuk Anda yang Suka Belanja Online dari Luar Negeri
futurenet
Futurenet Indonesia dan Malaysia Siap Menjadi Rumah Baru Bisnis Affiliate
Benda-benda Yang Wajib Kamu Gunakan Agar Tetap Tampil Keren
Benda-benda Yang Wajib Kamu Gunakan Agar Tetap Tampil Keren